Butuh Investasi Rp5.900 T Agar Ekonomi Indonesia Bisa Tumbuh 5 Persen

oleh -206 views

[ad_1]

Jakarta, IDN Times – Deputi Bidang Ekonomi Bappenas, Amalia Adininggar Widyasanti memproyeksikan, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia akan tumbuh 4,5 – 5,5 persen dengan titik tengah 5 persen, pada 2021 mendatang.

“Dengan proses pemulihan yang mengikuti bentuk V-shape,” katanya dalam Webinar Outlook Pembangunan 2021, Selasa (22/12/2020).

Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi di angka 5 persen, kata dia Indonesia membutuhkan Rp5.800 triliun – Rp5.900 triliun.

1. Sektor swasta akan membantu mendorong perekonomian 2021

Butuh Investasi Rp5.900 T Agar Ekonomi Indonesia Bisa Tumbuh 5 Persen

Berdasarkan perhitungannya, sektor swasta akan berkontribusi besar untuk investasi pada 2021 mendatang.

“Dengan demikian sektor swasta memiliki peran yang sangat penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kita di 2021,” ujarnya.

Menurut dia, investasi juga dapat menjadi stimulus yang positif khususnya untuk mendorong pemulihan UMKM di 2021 mendatang.

2. Investasi diproyeksikan akan tumbuh 6,4 persen

Butuh Investasi Rp5.900 T Agar Ekonomi Indonesia Bisa Tumbuh 5 Persen

Dia optimistis investasi Indonesia pada 2021 nanti akan mengalami pemulihan, dengan pertumbuhan 6,4 persen. Sehingga peran investasi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia akan memberikan kontribusi 31,5 persen.

Dia pun berharap, investasi domestik terus meningkat, dengan perkiraan nilai penanaman modal asing (PMA), penanaman modal dalam negeri (PMDN) untuk industri pengolahan mencapai Rp270 triliun.

“Tentunya ini akan didukung implementasi Undang-Undang Cipta Kerja, dan iklim ketenagakerjaan yang kondusif terhadap investor,” ucapnya.

3. Kemenkeu proyeksikan ekonomi di 2021 sebesar 5 persen

Butuh Investasi Rp5.900 T Agar Ekonomi Indonesia Bisa Tumbuh 5 Persen

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara memproyeksi, pertumbuhan ekonomi nasionap 5 persen di 2021. Dia mengatakan ada sejumlah faktor yang akan mendorong pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional tersebut.

Dalam konferensi pers bersama Satgas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional, di Jakarta, Rabu, Suahasil mengatakan salah satu faktornya adalah technical rebound.

“Pertumbuhan lima persen pada 2021 karena kita yakini ada perbaikan kondisi ekonomi. Kita harap secara gradual ada perbaikan konsumsi dan investasi, dan juga biasanya jika terjadi kontraksi akan terjadi kenaikan secara teknis atau technical rebound,” ujar Suahasil di kutip melalui ANTARA.

Dia menjelaskan jika kondisi ekonomi dalam setahun mengalami penurunan, maka pada tahun berikutnya akan terlihat kenaikan sehingga terjadi pertumbuhan positif, atau yang biasa dikenal dengan technical rebound.

[ad_2]

Sumber: Berita ini telah tayang di situs idntimes.com, klik link disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.