Lampung Utara (IM) – Program ketahanan pangan yang kini di gadang-gadang sebagai salahsatu sektor utama presiden RI Prabowo Subianto, untuk memenuhi kebutuhan warga Indonesia.
Program itu kini, terus di kembangkan sampai ke pelosok negeri. Tidak mau ketingalan, Lembaga pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabumi Lampung Utara kini bisa memperoduksi makanan sendiri.
Prodak roti Bakery dan kue, yang sudah dapat di katagorikan dalam usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat, warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas setempat.

Karya berupa roti Bakery dan kue itu, mendapatkan apresiasi langsung Jalu Yuswa Panjang Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kakanwil Ditjenpas) Lampung, dalam kunjungan kerjanya di Lapas Kotabumi. Jum’at (21/02/2025).
Menurut Kakanwil Jalu, ia mengungkapkan bahwa produk roti dan kue yang dihasilkan tidak hanya menunjukkan kreativitas dan keterampilan warga binaan, namun juga berpotensi untuk dipasarkan secara umum.
“Dengan memanfaatkan keterampilan ini, diharapkan warga binaan dapat memiliki peluang untuk berwirausaha setelah menyelesaikan masa hukuman mereka” kata Jalu.
Program pelatihan yang diberikan kepada warga binaan, lanjut Jalu, hal ini merupakan langkah strategis dalam mempersiapkan mereka untuk reintegrasi ke masyarakat.
Dengan demikian, selain mendapatkan keterampilan baru, mereka juga dapat berkontribusi pada perekonomian lokal melalui produk-produk yang berkualitas.
Sementara Sudirman Jaya, juga menyampaikan apresiasi pada Kakanwil Ditjenpas Lampung, menurutnya perhatian dan apresiasi yang Kakanwil sampaikan, dapat menjadi motivasi bagi Lapas Kotabumi untuk terus meningkatkan kualitas produk serta memperluas jaringan pemasaran, sehingga dapat mendukung pertumbuhan UMKM bahkan program pemerintahan pusat. (*Fr)